Doa Menyambut Kelahiran Bayi

Saudaraku, ketika kita mendapatkan kabar gembira berupa kelahiran bayi dari orang lain, entah itu sahabat, saudara, atau tetangga kita, maka kita dianjurkan untuk mengucapkan tahni’ah, yakni menyampaikan doa kebaikan setelah dia mengetahui kabar gembira tersebut. Mungkin terkadang ada rasa bimbang mengenai doa yang bagaimanakah yang sebaiknya kita sampaikan.  Pada umumnya, kita mengucapkan: ‘selamat atas kelahiran bayi Anda, semoga kelak menjadi anak shalih dan shalihah, berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Amiin.’ Atau ucapan-ucapan serupa yang lainnya.

Saudaraku, mengenai ucapan tahni`ah itu sendiri tidak ada ketentuan dari hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang ada hanya atsar yg diriwayatkan dari para tabi’in, diantaranya dari Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah. Ketika seseorang bertanya kepada beliau tentang ucapan tahni`ah, Beliau pun mengatakan: “Katakanlah:

جَعَلَ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

“Semoga Allah menjadikan sebagai berkah bagimu dan bagi umat Muhammad.”
Demikian pula Hammad bin Zaid mengatakan bahwa Ayyub As-Sikhtiyani rahimahullah apabila mengucapkan tahni`ah kepada seseorang atas kelahiran anak beliau mengatakan:

جَعَلَ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

“Semoga Allah menjadikan sebagai berkah bagimu dan bagi umat Muhammad.”

Abu Bakr Ibnul Mundzir di dalam Al-Ausath mengatakan: “Diriwayatkan pula dari Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah ada seseorang datang menemui beliau sementara itu di sisi beliau ada seorang yg baru lahir anaknya. Orang itu pun berkata: ‘Selamat atas lahir seorang penunggang kuda.’ Mendengar ucapan itu Al-Hasan Al-Bashri berkata: ‘Engkau tdk tahu yg dilahirkan itu seorang penunggang kuda atau penunggang keledai!’
‘Lalu apa yg harus kami ucapkan?’ tanya orang tadi. Kata beliau: ‘Katakanlah:

بُوْرِكَ فِي الْمَوْهُوْبِ، شَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

“Semoga engkau diberkahi atas anak yang dikaruniakan ini dan engkau bersyukur pada Allah yang telah memberikan anak ini. Semoga dia mencapai kedewasaan dan engkau mendapatkan bakti/kebaikan darinya .”

Saudaraku, Atsar-atsar yang semisal ini jauh lebih baik daripada ucapan-ucapan yang banyak digunakan pada masa sekarang ini yang tidak mendapatkan bimbingan dari ahlul ilmi. Namun di sisi lain, kita tidaklah mengharuskan ucapan tahni`ah seperti ini, pun kita tidak pula menjadikan ucapan tahni`ah ini memiliki kedudukan seperti dzikir-dzikir yang memang jelas ada dalam As-Sunnah. Sehingga tidaklah mengapa bila ada yang mengucapkan tahni`ah ini dan tidak mengapa pula bila meninggalkannya. Nah, pembaca, semoga suguhan yang sederhana ini bermanfaat bagi kita semua.

Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

(Disarikan dari http://www.asysyariah.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: