Mawapres

Mawapres adalah singkatan dari mahasiswa berprestasi. Yakni sebuah ajang pemilihan mahasiswa berprestasi yang memenuhi kualifikasi sebagai berikut: memiliki indeks prestasi yang tinggi, aktif berorganisasi, bisa berbahasa inggris dan mampu membuat sebuah karya ilmiah. Jika seorang mahasiswa memenuhi persyaratan tersebut maka sangat pantas dan sudah seharusnya  ia mengikuti ajang ini mengingat banyak hal yang akan ia dapatkan jika ia mengikuti mawapres ini.

Ada teman saya yang mengikuti mawapres yang mewakili universitas untuk mengikuti pelayaran kebangsaan dari ujung barat sampai ujung timur, wow, menyenangkan bukan? Sementara teman saya yang lain mengikuti kunjungan ke pabrik Sampoerna di Jawa Timur sekaligus mengadakan kunjungan  ke berbagai universitas terkemuka di Jawa, dan ada lagi teman saya yang mengikuti kunjungan ke LIPI Bandung. Tentu saja biaya akomodasi sudah ada yang menanggung, jadi kita tinggal berangkat saja. Sungguh menyenangkan. Kita bisa membayangkan bagaimana bahagianya bisa bertemu dengan mahasiswa berprestasi seluruh Indonesia. Kita pasti sepakat bahwa mereka adalah calon-calon orang sukses di masa yang akan datang. Bayangkan kalau mereka menjadi teman kita atau sahabat kita. Kelak di masa yang akan datang kita tidak akan merasa kebingungan ketika kita berada di luar daerah atau bahkan luar Jawa, karena kita sudah memiliki sahabat yang telah sukses yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Masih banyak hal lain yang bisa kita dapatkan di ajang mawapres ini. Sungguh menyenangkan bukan? Yach, itulah teman- teman kita yang memiliki semangat mengambangkan potensi yang tinggi yang berasal dari program studi lain. Lalu bagaimana dengan prodi Pendidikan Matematika kita tercinta?

Kita tentunya bangga menjadi mahasiswa Pendidikan Matematika. Konon katanya, kalau kita ditanya oleh orang lain, dari prodi mana mbak/mas? lalu kita jawab, prodi Matematika, maka yang terlintas dalam benak orang yang bertanya tersebut adalah bahwa kita orang yang pinter tur cerdas. Bangga bukan? memang sudah seharusnya kita bangga. Memang terbukti kalau input kita baik. Pada tahun 2004, prodi kita menempati posisi kedua di atas kedokteran. Jika di kedokteran ratio penerimaan mahasiswa melalui jalur SPMB adalah 1:22, sedangkan prodi pendidikan Matematika 1:23. belum lagi di tahun 2005, 2006, 2007 dan 2008 yang konon inputnya tidak kalah bagusnya. Menakjubkan bukan?! Jadi kita sepakat bahwa kita, mahasiswa pendidikan matematika, adalah orang-orang yang cerdas.

Ada sebuah keprihatinan yang cukup mendalam dalam diri saya akan kurangnya eksistensi dan partisipasi teman-teman Pendidikan Matematika, yang menurut saya orangnya cerdas-cerdas, di berbagai kegiatan di kampus. Baik itu organisasi kemahasiswaan maupun kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan oleh pihak fakultas atau universitas. Misalnya Mawapres. Selama saya menjadi mahasiswa, saya tidak pernah mendengar ada mahasiswa Pendidikan Matematika yang mengikuti ajang pemilihan mahasiswa berprestasi. Konon juga di tahun-tahun sebelumnya pun, tidak ada yang mengikuti ajang ini. Satu hal yang pernah saya dengar adalah mahasiswa prodi pendidikan Matematika yang pernah mengikuti ajang pemilihan mahasiswa berprestasi adalah Prof. Budiyono, dosen kita. Bahkan Beliau sampai mewakili Universitas ke tingkat Nasional. Tahun berapakah itu? Sudah lama sekali bukan? Di manakah kau wahai mahasiswa pendidikan matematika? Ada apa denganmu? Tunjukkanlah kelebihanmu!

Apa yang menghalangimu mengikuti ajang ini?

IPK kita kan sedikit, jadi nggak memenuhi syarat lah. Begitulah komentar teman-teman, termasuk saya, ketika ditawari mengikuti ajang ini. Hmm, memang IPK nya harus berapa sich agar bisa mengikuti ajang ini? atau jangan-jangan…tidak ada satupun mahasiswa pendidikan matematika yang memenuhi persyaratan. Ups. Memang IPK memiliki bobot penilaian yang cukup tinggi dalam ajang ini. Jadi siapapun yang merasa memiliki IPK yang relatif rendah, akan merasa pesimis untuk mengikuti kompetisi ini. Nah, berarti, mawapres ditujukan bagi mahasiswa yang memiliki IPK tinggi. IPK berapakah itu? sebenarnya IPK berapapun boleh mengikuti ajang ini. Tapi kita melihat saingan kita yang berasal dari prodi lain yang rata-rata IPK nya mendekati cumlaude, bahkan dari fakultas lain banyak yang cumlaude. Sehingga, mau tidak mau, agar bisa bersaing dengan mereka, IPK kita harus tinggi.

Beberapa tahun yang lalu, prodi kita terkenal dengan mahasiswanya yang memiliki IPK rendah dan lulusnya paling lama. Tapi itu dulu. Sekarang bukan jamannya lagi. Sekarang sudah banyak diantara kita yang memiliki IPK mendekati cumlaude bahkan ada beberapa yang sudah cumlaude. Jadi bukan alasan bagi kita untuk mengatakan bahwa IPK kita semua rendah sehingga prodi kita tidak bisa mewakilkan satu pun mahasiswanya untuk mengikuti kompetisi mawapres ini.

Saya masih ingat ketika saya harus hunting orang untuk mengikuti kegiatan mawapres (mahasiswa berprestasi) yang diselenggarakan oleh fakultas yang nantinya jika lolos akan mengikuti mawapres di tingkat universitas. sungguh, bagi saya ini adalah kesempatan emas bagi teman-teman saya. kenapa mereka? kenapa bukan saya? sekali lagi saya melihat mereka memiliki prestasi akademis yang lebih baik dari saya. Indeks prestasi mereka hampir mendekati cumlaude bahkan dua orang sudah cumlaude. Ketika tawaran saya sodorkan kepada mereka agar mereka mengikuti mawapres jawaban mereka rata-rata beragam: kok saya? apa nggak salah tuch?! saya kan nggak bisa ngomong, saya kan nggak bisa bikin karya ilmiah, saya kan nggak bisa bahasa Inggris dan saya kan nggak aktif organisasi” bla bla bla..yach, akhirnya dari dulu sampai sekarang, prodi Pendidikan Matematika tidak pernah mewakilkan mahasiswanya untuk mengikuti ajang pemilihan mahasiswa berprestasi.

Mungkin beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan bagi teman-teman yang memiliki indeks prestasi tinggi atau kemampuan akademik yang lebih baik dibandingkan dengan teman-teman yang lain: pertama, berpikirlah bahwa percuma saja jika kita memiliki indeks prestasi yang tinggi tetapi kita tidak memiliki banyak pengalaman yang itu tidak didapatkan di kelas, kedua, ilmu kita juga akan tidak akan bermanfaat jika kita tidak bisa mengkomunikasikannya kepada orang lain, entah lewat tulisan ataupun lewat lisan, sehingga komunikasi di sini memiliki arti yang sangat penting. Ketiga, bahasa Inggris itu adalah salah satu bahasa internasional dan itu sangat penting untuk kita kuasai. Saya memang bukan mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang lebih dibandingkan teman-teman, tetapi saya memiliki semangat yang tinggi untuk mengambangkan bahasa Inggris saya yang menurut saya pas-pasan ini.

Buat mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UNS, Ganbatte..! Tunjukkan kalau kita bisa..!^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: