Ketika Dilemma Melanda

Menjadi sebuah dilemma tersendiri ketika seseorang dihadapkan pada sebuah pilihan. Mungkin bukan sebuah dilemma yang besar seandainya pilihan itu tak menentukan masa depan hidup kita.Atau, bukan sebuah dilemma besar jika pilihan itu tidak mengubah kehidupan sampai dengan 180 derajat. Lalu, jika pilihan itu ternyata bisa mengubah kehidupan kita 180 derajat mungkin, tentu butuh kehati-hatian dalam menentukan pilihan. Apakah kita akan menggunakan akal kita untuk membantu dalam mengambil keputusan? Ataukah kita gunakan panca indera kita untuk menganalisisnya? Atau kita meminta pertimbangan orang lain untuk membantu memecahkannya?

Akal dan indera manusia sangatlah terbatas. Mata hanya bisa melihat apa-apa yang sampai di retina dan itu pun jika ada cahaya. Kalau tidak ada cahaya? Kalau benda itu ada di belakang kita? Kalau benda itu tidak sampai di retina? Atau, kalau mata kita buta? Tentu mata yang kita miliki tidak akan mampu berfungsi apa-apa. Mengenai telinga, tentu ia hanya mampu mendengar apa-apa yang sampai kepadanya.  Demikian juga indera-indera yang lain, mereka sangat memiliki keterbatasan. Bagaimana dengan akal? Tentu akal juga memiliki keterbatasan. Kita mungkin ahli dalam bidang matematika, yakni sebuah ilmu pengetahuan yang mengajari kita bagaimana ‘bermain’ logika. Namun kita tentu tidak memiliki keahlian lain seperti mengenai gempa bumi, apa itu homoseiesta, apa itu pleistoseista dan sebagainya. Jika demikian, lalu bagaimana kita memilih dan mengambil keputusan?

Karena keterbatasan yang kita miliki, mungkin kita akan meminta pertimbangan orang lain untuk membantu memecahkan masalah kita. Iya, kalau ia mampu membantu memecahkan. Kalau tidak? Iya, kalau pemecahannya sesuai dengan harapan kita. Kalau tidak? Nah, yang perlu disadari adalah bahwa orang lain juga sama seperti kita, memiliki banyak keterbatasan. Oleh karena banyaknya keterbatasan yang kita miliki, maka  mungkin kita perlu menggabungkan semua keterbatasan itu menjadi sebuah kekuatan untuk membantu kita dalam pengambilan keputusan. Artinya bahwa, di dalam pengambilan keputusan, kita tidak bisa hanya mengandalkan salah satunya saja. Kita perlu mengintegrasikan semua kemampuan dan potensi yang kita miliki. Kita membuat SWOT dari semua kemungkinan yang ada, dengan tetap meminta pertimbangan orang lain.

Karena SWOT diadakan oleh integrasi dari berbagai macam keterbatasan, maka tidak menutup kemungkinan bahwa hasil SWOT juga masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, setelah dilakukan SWOT, kita perlu melakukan kompromi dengan Dzat Yang Menguasai Alam Semesta, Dzat Yang Maha Sempurna, Dzat Yang Mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Dialah Allah  “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqarah: 255)

Kita melakukan kompromi dengan Allah Subhanahu Wata’ala melalui sholat istikharah. Dialah Dzat Yang Maha Mengetahui, sedang kita tidak. Dialah Yang Maha Melihat, sedang kita tidak. Dialah Yang Maha Mendengar, sedang kita tidak. Oleh karena itu, menghadirkan Allah dalam setiap pengambilan keputusan, apapun bentuk masalahnya(tidak hanya masalah jodoh, red), adalah suatu hal yang seharusnya kita lakukan sebagai bentuk penyempurnaan usaha yang telah kita lakukan. Firman Allah dalam QS. Al Baqarah: 216 “..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: