Archive for ‘Penyejuk Kalbu’

7 January 2011

Dahsyat Mendengarkan Ilmu


Syaikh Ibnu Taimiyah Al Kabir (Al-Majd), penulis Muntaqal Akhbar yang disyarah oleh Syaukani dengan Nailul Authar, senantiasa mengisi semua waktunya dengan sibuk bersama ilmu. Ilmu di masjid, ilmu di jalan, ilmu di kamar, bahkan bersama ilmu pula di kakus! Mencengangkan, bukan?! Yakni jika beliau hendak masuk kakus, maka beliau panggil budaknya dan menyuruhnya untuk membaca salah satu kitab dengan suara keras di luar kakus, sehingga beliau dapat mendengar suara bacaannya itu dari dalam kakus, dan saat keluar kakus telah meraup banyak ilmu dari bacaan itu. Subhanallah..

Ehmm, Bagaimana dengan kita, ya?!

2 December 2010

Langit Tak Selamanya Biru



Engkaulah minyak atar

Meskipun masih tersimpan

Dalam kuntum yang akan mekar

(Iqbal, Javid Nama)1

Buku bertajuk cinta. Ah, buku itu begitu menarik hatiku. Apakah mungkin karena aku yang tengah dilanda cinta, ataukah aku yang sangat ingin mengerti hakikat dan makna cinta, dan mampu mendefinisikannya secara tertata. Ataukah aku yang ingin memiliki cinta dan memaknainya sebagai kata kerja, bukan kata benda, ataukah, aku yang sangat ingin menjadi pemuja cinta dalam bingkai cinta kepada-Nya? Mungkin aku perlu meminta fatwa pada hatiku, hingga nampaklah apa yang ada dalam hati dan fikiranku. Tapi sepertinya, semua itu adalah benar adanya. Tak pelak lagi, buku “Jalan Cinta Para Pejuang”, karya Salim A. Fillah, menjadi buku favorit yang menempati posisi wahid.

read more »

Tags: ,
19 November 2010

Potret Salaf dalam Berbakti Kepada Orang Tua


Suatu hari, Ibnu Umar melihat seorang yang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah. Orang tersebut lalu berkata kepada Ibnu Umar, “Wahai Ibnu Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?” Ibnu Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Diambil dari kitab al-Kabair karya adz-Dzahabi)

read more »

26 October 2010

Doa Menyambut Kelahiran Bayi


Saudaraku, ketika kita mendapatkan kabar gembira berupa kelahiran bayi dari orang lain, entah itu sahabat, saudara, atau tetangga kita, maka kita dianjurkan untuk mengucapkan tahni’ah, yakni menyampaikan doa kebaikan setelah dia mengetahui kabar gembira tersebut. Mungkin terkadang ada rasa bimbang mengenai doa yang bagaimanakah yang sebaiknya kita sampaikan.  Pada umumnya, kita mengucapkan: ‘selamat atas kelahiran bayi Anda, semoga kelak menjadi anak shalih dan shalihah, berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Amiin.’ Atau ucapan-ucapan serupa yang lainnya.

Saudaraku, mengenai ucapan tahni`ah itu sendiri tidak ada ketentuan dari hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang ada hanya atsar yg diriwayatkan dari para tabi’in, diantaranya dari Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah. Ketika seseorang bertanya kepada beliau tentang ucapan tahni`ah, Beliau pun mengatakan: “Katakanlah:

جَعَلَ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

“Semoga Allah menjadikan sebagai berkah bagimu dan bagi umat Muhammad.”

read more »